العقيدة الواسطية - ابن تيمية
Introductions العقيدة الواسطية - ابن تيمية
Nikmati buku Al-Aqidah Al-Wasitiyyah karya Ibnu Taymiyyah dengan aplikasi Buku dan tanpa internet.
📖 Al-Aqidah Al-Wasitiyyah karya Ibnu Taimiyah 📖
Al-Aqidah Al-Wasitiyyah : Kepercayaan Mazhab Yang Berjaya Diselamatkan Hingga Hari Kiamat : Ahlus Sunnah wal Jama'ah
Oleh Abu al-Abbas Taqi ad-Din Ahmad ibn Abd al-Halim ibn Abd as-Salam an-Numayri al-Harabi ad-Dimashqi, yang terkenal dengan sebutan Syekh al-Islam Ibnu Taimiyah
Nikmati bacaan Al-Aqidah Al-Wasitiyyah karya Ibnu Taimiyah dengan aplikasi kitab ini, offline, dan masih banyak fitur lainnya.
Al-Aqidah Al-Wasitiyyah adalah sebuah risalah karya Syekh Ibn Taymiyyah, yang ditulis pada tahun 698 H, di mana beliau membahas sebagian besar masalah yang berkaitan dengan dasar-dasar agama dan metodologi Ahlus Sunnah wal Jama'ah dari perspektif Salafi.
Topik yang dibahas dalam buku ini:
- Dasar-dasar Ahlus Sunnah wal Jama'ah mengenai Nama-nama dan Sifat-sifat Allah.
- Dasar-dasar Ahlus Sunnah wal Jama'ah mengenai Iman.
- Dasar-dasar Ahlus Sunnah mengenai Nama-nama dan Hukum-hukum Allah dan Surah Ancaman Allah.
- Dasar-dasar Ahlus Sunnah wal Jama'ah mengenai Ketetapan Ilahi. - Keyakinan dasar Ahlus Sunnah wal Jama'ah mengenai Hari Kiamat, termasuk perhitungan, syafaat, timbangan keadilan, Surga, dan Neraka.
- Keyakinan mereka tentang mukjizat.
- Sikap mereka terhadap penguasa dan gubernur.
- Posisi mereka terhadap para Sahabat Nabi (saw) dan pandangan mereka terhadap mereka.
- Sumber ilmu mereka.
- Etika, perilaku, amar ma'ruf, dan nahi munkar mereka.
- Pendekatan mereka terhadap jihad dan pelaksanaan ritual keagamaan secara lahiriah.
- Risalah ini diakhiri dengan pembahasan tentang berbagai kategori dan jenis dalam Ahlus Sunnah wal Jama'ah.
Alasan penyusunan akidah ini adalah karena seorang syekh bernama Radi al-Din al-Wasiti, pengikut mazhab Syafi'i, datang kepada Ibnu Taymiyyah dari Wasit. Mereka berdua adalah peziarah, dan syekh tersebut mengeluh tentang keadaan masyarakat di wilayah itu dan di bawah kekuasaan Mongol, di mana kebodohan dan ketidakadilan merajalela. Maka Ibnu Taymiyyah menuliskan akidah ini untuknya, dengan mengatakan tentangnya, "Dalam akidah ini, saya telah berusaha untuk mengikuti Al-Quran dan Sunnah." Beliau juga mengatakan, "Setiap kata yang saya sebutkan didasarkan pada ayat, hadits, atau konsensus generasi terdahulu."
Penulis: Ahmad ibn Abd al-Halim ibn Abd al-Salam ibn Abd Allah ibn Abi al-Qasim al-Khidr al-Numayri al-Harrani al-Dimashqi al-Hanbali, Abu al-Abbas, Taqi al-Din Ibnu Taymiyyah (661-728 H / 1263-1328 M). Beliau adalah seorang imam, seorang ulama terkemuka dalam Islam. Beliau lahir di Harran, dan ayahnya pindah bersamanya ke Damaskus, di mana beliau unggul dan menjadi terkenal. Beliau dipanggil ke Mesir karena fatwa yang telah dikeluarkannya, sehingga beliau pergi ke sana. Sekelompok orang di sana menentangnya, dan dia dipenjara untuk sementara waktu sebelum dipindahkan ke Alexandria. Kemudian dia dibebaskan dan melakukan perjalanan ke Damaskus pada tahun 712 H, di mana dia ditangkap pada tahun 720 H. Dia dibebaskan lagi, kemudian ditangkap kembali, dan meninggal dalam penjara di Benteng Damaskus. Seluruh Damaskus hadir dalam pemakamannya. Dia adalah seorang ulama yang produktif dalam berbagai cabang ilmu dan seorang pembaharu agama. Dia adalah seorang ahli tafsir Al-Quran dan yurisprudensi, fasih berbicara, dan tulisan serta ucapannya selaras sempurna. Dalam al-Durar al-Kaminah, disebutkan bahwa dia berdebat dengan para ulama, menyampaikan argumen, dan unggul dalam ilmu dan tafsir. Dia mengeluarkan pendapat hukum dan mengajar ketika masih berusia di bawah dua puluh tahun. Tulisannya, menurut al-Durar, mungkin melebihi empat ribu buku catatan, sedangkan Fawwat al-Wafayat menyatakan jumlahnya tiga ratus jilid. Di antara kitab-kitab tersebut adalah: *al-Siyasah al-Shar'iyyah* (Tata Kelola Islam), *al-Fatawa* (Pendapat Hukum), *al-Iman* (Keimanan), *Minhaj al-Sunnah* (Jalan Sunnah), *al-Wasitah bayna al-Haqq wa al-Khalq* (Perantara antara Kebenaran dan Penciptaan), *al-Qawa'id al-Nuraniyyah al-Fiqhiyyah* (Prinsip-prinsip Fiqih yang Cemerlang), *al-Sarim al-Maslul 'ala Shatim al-Rasul* (Pedang Terhunus Melawan Orang yang Menghina Rasulullah), dan lain-lain.
❇️ Beberapa Ulasan tentang Al-Aqidah Al-Wasitiyyah karya Ibn Taymiyyah ❇️
▪️Sumber ulasan: www.goodreads.com/book/show/7161125▪️
- Akidah Ahlus Sunnah wal Jama'ah dalam beberapa halaman. Semoga Allah merahmati Ibn Taymiyyah. Beliau menulisnya setelah shalat Ashar, tetapi matahari harinya telah terbenam, namun matahari bukunya, yang menyusun akidah orang-orang pada tiga abad pertama dengan gaya yang bebas dari kerumitan dan filsafat, dan lebih mengandalkan ayat-ayat dan hadits, belum terbenam.
Aboesam
- Buku ini berfungsi sebagai panduan pengguna (katalog) untuk mendefinisikan karakteristik dan keyakinan orang-orang yang oleh Ibn Taymiyyah disebut Ahlus Sunnah wal Jama'ah. Sebagai subjudul, Ibnu Taymiyyah menyatakan, "Keyakinan golongan yang selamat dan berjaya hingga Hari Kiamat: Ahlus Sunnah wal Jama'ah." Buku ini berfungsi sebagai kriteria untuk mengevaluasi berbagai kelompok untuk menentukan apakah mereka termasuk dalam golongan yang selamat, Ahlus Sunnah wal Jama'ah, menurut keyakinan Syekh al-Islam Ibnu Taymiyyah.
Mahmood Shamsan
- Buku yang sederhana, sedikit halaman, tetapi sangat bermanfaat. Seperti yang lazim dilakukan Ibnu Taymiyyah, buku ini berisi ringkasan akidah Ahlus Sunnah wal Jama'ah, dengan mengutip dasar-dasarnya dalam Al-Quran dan Sunnah tanpa penyimpangan filosofis yang berlebihan atau penjelasan yang panjang lebar. Singkatnya, ini adalah buku yang sangat diperlukan bagi setiap Muslim yang ingin mengetahui esensi akidah Ahlus Sunnah wal Jama'ah.
Ahmed Al-Salehi
- Segala puji bagi Allah, yang dengan karunia-Nya amal kebaikan dapat terlaksana. Kitab "Al-Aqidah Al-Wasitiyyah" hendaknya dibaca kembali dari waktu ke waktu. Kitab ini sangat baik dan menarik, dan tidak boleh diabaikan. Kitab ini mencakup sebagian besar topik akidah Islam. Kitab ini membahas hampir semua hal yang berkaitan dengan akidah Islam, tanpa meninggalkan satu pun. Kitab ini ringkas namun komprehensif. Semoga Allah membalas penulisnya dengan pahala yang terbaik.
Tariq Ahmed
- Hanya dalam beberapa halaman, buku ini hampir menjadi ritual harian yang harus dibaca setiap Muslim untuk memastikan akidahnya benar. Syekh Ibn Taymiyyah yang agung dan terhormat memberikan Anda intisari dalam sebuah manifesto untuk mereformasi akidah Anda.
Emre Sultan
Kami menerima saran dan masukan Anda.
[email protected]
www.Noursal.com
